Loading...

Belajar Grafis Desain: Anatomi Huruf #2


Okay Sobat Bloggers, mari kita lanjutkan mengenai pembahasan anatomi huruf, namun bagi Anda yang belum membaca Anatomi Huruf bagian pertama, sangat dianjurkan untuk membacanya terlebih dahulu 🙂
Loading...

11. Leg, bagian bawah huruf yang memiliki kesan “menopang” huruf tersebut. Misalkan bagian bawah huruf “L” dan garis diagonal bawah pada huruf “K”.

12. Shoulder, merupakan bentuk lengkung yang biasanya merupakan pangkal sebuah leg.

13. Crossbar, merupakan bagian huruf yang menghubungkan antara stem utama dengan stem lainnya pada sebuah huruf. Contoh pada huruf “H” dan “A”.

14. Axis, merupakan garis tak nampak yang membagi sebuah huruf sehingga bagian atas dan bawah akan membentuk sebuah axis. Contoh tampak pada huruf “O”.

15. Ear, umumnya ditemukan pada huruf “g”, dimana biasanya terletak pada bagian atas kanan dari sebuah bowl.

16. Tail, biasanya merupakan bagian yang berada di bawah garis decender. Secara umum ditemukan pada huruf “Q” dan “”g, j, p, q, y”, namun pada jenis huruf dekoratif, biasanya muncul juga pada huruf “K”, “R”.

17. Terminal, merupakan bagian ujung (lurus atau lengkung) dari setiap stroke yang tidak mengikutsertakan bagian serif huruf tersebut.

18. Aperture, biasanya berupa ruang negatif atau jarak dari sisa stroke pada sebuah huruf. Sebagai contoh nampak pada huruf ‘n’, ‘C’, ‘S’; bagian bawah dari huruf ‘e’ dan bagian atas dari huruf ‘a’.

19. Link/Neck, sebuah tarikan garis yang biasanya melengkung, yang berfungsi sebagai penghubung antara ‘bowl’ dan ‘loop/lobe’ pada bagian bertingkat dari huruf ‘g‘.

20. Loop/Lobe, biasanya terdapat pada bagian huruf g‘ yang ada dibawah garis ‘baseline’ yang terhubung kepada ‘bowl’. Biasanya juga terdapat pada huruf ‘p’, ‘b’ dan ‘l’.


disarikan dari: sumber 1 2 3





Gagaspedia.com

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*