Loading...

20 Aturan Membuat Desain yang Baik #2


Halo Sobat bloggers, berikut ini akan kita lanjutkan pembahasan mengenai tips mengenai bagaimana membuat desain yang baik, untuk pembahasan bagian pertama dapat Anda temukan disini 🙂
Loading...

11. Objektif, Jangan Terpusat pada Diri Sendiri

Peran seorang desainer adalah merancang komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas. Dalam usaha untuk menjangkau masyarakat yang luas tesebut kita harus mampu memahami target audience kita berpikir secara universal (luas), seperti warna apa yang akan kita pakai, foto apa yang akan kita tampilkan, kalimat apakah yang akan kita utarakan dan sebagainya. Desain bisa saja digunakan dalam hal-hal berskala kecil-menengah seperti menginformasikan serta mempromosikan sebuah acara festival film atau dalam skala besar seperti membuat alur evakuasi bencana dalam sebuah gedung pencakar langit. Hal yang ditekankan disini adalah apabila kita melupakan bahwa kita harus menjangkau audience kita dan bukan berpusat pada apa yang kita ingin buat, maka kita akan terjerumus sehingga desain kita menjadi tidak tepat sasaran. Kita bisa saja membuat sebuah karya desain sebagus dan semenarik mungkin sehingga membuat audience kita terpesona, namun jika mereka tidak dapat mengingat informasi yang disampaikan maka semuanya akan menjadi sia-sia.

12. Rapatkan – Renggangkan

Kita kembali lagi ke permasalahan dalam mengatur tata letak (layout). Kita dapat membuat sebuah layout yang menarik dengan menggunakan sifat kontras, yaitu perbedaan yang mencolok. Perbedaan dapat diciptakan dari warna, bentuk, ukuran bahkan tata letak. Misalkan kita dapat merapatkan bagian teks dan foto yang masih dalam satu tema bersama, atau merenggangkan bagian-bagian yang berbeda dengan menambahkan area kosong.

13. Gunakan Area Gelap-Terang dengan Baik

Warna pada gambar latar belakang juga dapat dijadikan pertimbangan dalam merancang sebuah karya desain. Pertimbangkanlah unsur gelap-terang dari gambar yang akan dijadikan latar belakang tersebut. Yang perlu diingat adalah masalah keseimbangan dan kontras dengan elemen desain yang berada di depan (foreground). Maksudnya adalah penyebaran pertimbangan gelap-terang dari gambar latar belakang akan mempengaruhi juga tata letak dari elemen desain yang akan ditempatkan di foreground.

14. Lakukan dengan Pasti dan Sadar

Dalam merancang sebuah karya desain, kita harus memiliki kepastian dalam menentukan apa-apa saja materi desain yang hendak dipakai dan memiliki kepastian dalam menempatkan materi-materi desain tersebut. Sehingga audience merasa yakin bahwa pesan yang hendak dikomunikasikan melalui desain tersebut dapat dimengerti. Jangan sampai kita merasa tidak yakin dan tidak sadar dalam mengolah tata letak desain, karena dikhawatirkan akan mengakibatkan pesan yang dikomunikasikan tidak sampai kepada audience.

15. Ukur dengan Mata, Desain adalah Visual

Kepekaan visual merupakan salah satu faktor yang menentukan “keseimbangan” sebuah tata letak dalam desain. Keseimbangan yang dimaksud belum tentu berwujud tata letak yang simetris. Kepekaan visual sangat berkaitan dengan rasa di hati kita. Sebagai contoh bentuk lingkaran dan bujur sangkar yang memiliki tinggi yang sama secara matematis akan nampak lebih kecil lingkaran, maka dari itu perlu disiasati dengan memperbesar sedikit ukuran lingkaran. Intinya adalah gunakan kepekaan visual dan hati kita dalam mengolah tata letak (layout) desain.

16. Gunakan Gambar Orisinil

Apakah yang akan muncul dalam benak klien, target audience dan teman-teman sesama desainer jika melihat desain billboard yang kita buat sama dengan desain yang sudah pernah dibuat sebelumnya? Mungkin tidak semua elemen grafis-nya sama, melainkan hanya foto latar belakangnya saja yang sama? Karena kita mengambil background foto tersebut mentah-mentah dari “templates” gratis di internet. Memang tidak bisa disalahkan, akan tetapi sangat disayangkan, mengapa? Karena semua template yang disediakan di internet itu dapat diakses oleh semua orang, sedangkan kita dituntut untuk merancang desain yang unik, inovatif dan sebagainya. Kita bisa saja menggunakan stok foto templates tersebut, namun syaratnya hanya untuk sementara saja. Misalkan hanya untuk memberi gambaran kepada klien sebagai draft desain dan jangan menggunakan foto template tersebut dalam final desain (Final Artwork)

Selalu usahakan semua materi desain (foto, ilustrasi dan lain-lain) adalah hasil karya sendiri yang tidak pernah dipublikasikan sebelumnya. Apabila kita tidak sempat mengambil foto, mungkin kita bisa membayar teman atau relasi untuk mengambilkan foto yang kita maksud atau bahkan membeli hasil foto mereka dengan ketentuan foto yang sudah kita beli tidak boleh mereka jual atau publikasikan, karena sudah menjadi hak milik kita.

17. Jangan Musiman

Desainer selalu memiliki gaya atau ciri khas perancangan desain. Nah apabila kita melihat rekan-rekan desainer kita sukses dengan gaya desain mereka, lalu kita mengikuti gaya mereka, maka kita akan kehilangan jati diri kita. Tetap, apapun yang kita buat, harus selalu dilandasi oleh kebutuhan klien, bukan berdasar pada apa yang kita suka, atau membatasi diri sendiri.

18. Statis sama dengan Membosankan

Ya, saya rasa pernyataan tersebut benar, segala sesuatu yang terlalu statis akan membuat kita jenuh, bosan dan tidak akan bertahan lama. Perasaan statis tersebut secara umum akan nampak pada layout keseluruhan desain, yang disebabkan oleh layout, bentuk, warna, ukuran masing-masing elemen desain di dalamnya. Pengetahuan dasar dan prinsip desain dapat Anda baca lebih lanjut disini 😉

19. Gunakan Inspirasi sebagai Inspirasi, Bukan Meniru

Desain selalu berkembang dari waktu ke waktu. Secara umum setiap waktu memiliki gaya desain yang berbeda dan khas, begitu pula hal khusus dalam dunia desain, semua orang berlomba menghasilkan karya desain yang unik dan berbeda dengan desainer lain. Namun di dalam dunia ini tidak ada sesuatu yang benar-benar asli, semua yang kita lihat, ciptakan merupakan akumulasi dari pengalaman hidup kita. Sebaiknya kita lebih bijaksana dalam membuat karya desain, selalu berpikir bahwa apapun sumber referensi atau inspirasi kita akan dapat selalu kita kembangkan lebih lanjut – sehingga selalu akan menghasilkan karya lebih baik dari sumber-sumber inspirasi kita.

20. Hindari Bentuk Simetris

Tips ini masih menyoroti permasalahan keseimbangan, kurang libih sama dengan aturan nomor 18 diatas. Namun yang hendak ditekankan disini adalah bentuk simetris dalam desain kita akan mengakibatkan dua hal: (1). Tata letak yang simetris akan membuat elemen-elemen grafis yang tidak simetris akan terlihat sangat aneh dan tidak menyatu dalam keseluruhan desain, sehingga fleksibilitas seorang desainer dalam mengolah layout menjadi terbatasi oleh hal tersebut. (2). Tata letak yang simetris akan menunjukkan kepada orang lain kalau kita malas untuk mencari alternatif tata letak yang baru, yang lebih segar. Selain itu orang akan menganggap kita hanya bermain di daerah “aman”, karena desain yang memiliki tata letak simetris secara otomatis adalah desain yang ‘seimbang’ dan tak terbantahkan. Kalau saya punya prinsip bahwa keseimbangan belum tentu harus simetris. Untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca beberapa prinsip desain disini 🙂

Bagaimana Sobat bloggers? Apakah Anda punya aturan sendiri dalam menciptakan sebuah karya desain?

sumber: disunting seperlunya dari 

Design Elements – a graphic style manual 

– Timothy Samara






Gagaspedia.com

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*